Setelah menempuh kurang lebih 15
menit pejalanan menggunakan motor kesayangan dari rumah, sampailah di pusat
kota kecil tempat saya tinggal, yahh walaupun sepanjang perjalanan hanya
disuguhi deretan pohon karet yang melambai dalam gelap, dan sesekali diselingi pedesaan.
Tapi itu semua serasa hilang setelah dibayar dengan pemandangan khas perkotaan
yang wilayahnya sebenarnya sangatlah kecil. Selamat datang di Kota Ambulu
Kabupaten Jember.
Setelah berjalan jalan menjelajahi kota, kini tiba saat yang saya tunggu tunggu untuk mampir di warung kopi sederhana yang berderet di sepanjang pagar alun alun. Disini pengunjung boleh memilih, apakah mau duduk lesehan beralas tikar beratapkan langit malam atau duduk di bangku kayu panjang di bawah tenda. Dan aku memilih duduk di bangku kayu panjang di dekat gerobak.
Tak perlu terburu-buru untuk menyeruput kopi panas khas warung ini hehe.
Karena warung buka hingga dini hari dan waktu seakan tak perlu dirisaukan
disini. Banyak anak-anak muda bercengkerama sambil duduk lesehan di atas tikar .
Dan aku melarutkan diri dalam malam dunia kecil sederhana ini. Merasakan
betapa kehidupan tetap bisa terus berjalan meskipun tanpa kemegahan ataupun
gemerlap kemewahan…

wah kalau aku tahunya watu ulo aja kang di daerah jember.. hehehe.. nanti kunjung kesini aja deh
ReplyDeleteiya itu perempatan sbelum menuju watu ulo
DeleteAmbulu tepatnya sebelah mana mas?
ReplyDeletejember selatan mas
ReplyDeletejember selatannya bagian mana mas
Delete